Selasa, 23 September 2014

Rumusan Pancasila Menurut M. Yamin , Soepomo , dan Ir. Soekarno

A. Rumusan dasar Negara yang diajukan oleh Muhammad Yamin yang diajukan secara lisan pada tanggal 29 Mei 1945.
  1. Peri kebangsaan
  2. Peri kemanusiaan
  3. Peri Ketuhanan
  4. Peri kerakyatan
  5. Kesejahteraan rakyat
B. Rumusan dasar Negara yang diajukan oleh Mr. Soepomo tanggal 31 Mei 1945.
  1. Persatuan Indonesia
  2. Ketuhanan Yang Maha Esa
  3. Kerakyatan yang berdasarkan permusyawaratan perwakilan
  4. Pemerataan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia
  5. Kemakmuran Indonesia dalam ikatan Asia Timur Raya
C.  Rumusan dasar Negara yang diajukan oleh Muh. Yamin  yang diajukan secara tertulis  !
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kebangsaan Persatuan Indonesia
  3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab 
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 
  5. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
D.  Rumusan dasar Negara yang diajukan oleh Ir. Soekarno !
  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
  3. Mufakat atau demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan yang berkebudayaan
E. Rumusan Versi Piagam Djakarta, 22-6-1945
  1. Ketoehanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjari'at Islam bagi pemeloek2-nja*
  2. Kemanoesiaan jang adil dan beradab
  3. Persatoean Indonesia
  4. Kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat, kebidjaksanaan dalam permoesjarawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seloeroeh Rakjat Indonesia.
Panitia Sembilan dalam Piagam Djakarta:
  1. Ir. Soekarno
  2. Mohammad Hatta
  3. Sir A.A. Maramis
  4. Abikoesno Tjokrosoejoso
  5. Abdul Kahar Muzakir
  6. H. Agus Salim
  7. Sir Achmad Subardjo
  8. Wahid Hasyim
  9. Sir Muhammad Yamin. 
Sebelumnya,  pada tanggal 1 Juni 1945 para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya adalah menampung usul-usul yang masuk dan memeriksanya serta melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara tertulis paling lambat sampai dengan tanggal 20 Juni 1945. Adapun anggota panitia kecil ini terdiri atas delapan (8) orang, yaitu:
  1. Ir. Soekarno,
  2. Ki Bagus Hadikusumo,
  3. K.H. Wachid Hasjim,
  4. Mr. Muh. Yamin,
  5. M. Sutardjo Kartohadikusumo,
  6. Mr. A.A. Maramis,
  7. R. Otto Iskandar Dinata,
  8. Drs. Muh. Hatta

Tempat Spdiol Dari Limbah

Alat :
  1. Gergaji
  1. Pensil
  1. Amplas
  1. Kayu Kecil
  1. Kuas Cat
  1. Sikat 
Bahan :
  1. 1 Buah bambu bekas yang panjangnya 1 meter
  1. 1 buah papan kayu
  1. 1 buah cat minyak
  1. Lem rajawali
  1. Air


Langkah - langkah pembuatan :
Langkah 1
  • Siapkan 1 buah bambu, papan dan gergaji. lalu potong menjadi tiga bagian berukuran sama yang membentuk persegi panjang. selanjutnya buat pola diatas permukaan bambu menggunakan pensil.
  • setelah  pola selesai dibuat, potong bambu mengikuti pola yang sudah dibuat dan jika semua bambu sudah selesai dipotong, lalu amplas permukaan bambu sampai halus.
  •  tak lupa cuci bambu dan papan dengan air bersih, gunakan sikat agar kotoran yang menempel pada bambu hilang lalu jemur bambu sampai kering.
Langkah 2
  • ambil bambu yg sudah menggering , siapkan cat minyak, kuas dan batang kayu kecil untuk mengaduk cat minyak. selanjutnya oleskan cat minyak keseluruh permukaan bambu hingga merata. 
  •  Apabila semua cat sudah merata jemur kembali bambu dan papan yang sudah dicat sampai kering.
  • Jika cat sudah mengering, siapkan lem razawali dan kuas. selanjutnya oleskan lem dibagian bawah bambu dan tempel bambu di papan sesuai tinggi bambu dan diamkan selama 1 hari.